Senin, 26 Januari 2009

ambiguitas SMS

wahai ngawurist.... entah mengapa aku ingin membicarakan hal yang lebih serius tentang hubungan kita...(halah...paan sih nih..), maksudnya anu eh itu. wadhooowww...ga usah pendahuluan deh..

jadi intinya manusia Indonesia jaman sekarang sulit dipisahin dengan apa yg dinamaken sms, contohnya...
--salam perpisahan bukan lagi bye2, atau sampe jumpa besok...pun ketemu lagi ye..., tapi sudah digantiin ma kalimat " nanti gue sms.." " nanti sms akyu ya..?" ataupun "kulo sms panjenengan mawon pun..."
--SMS telah menggantikan cara2 konvensional utk melakukan hal2 berikut : nembak, minta maaf, minta putus, dll. semua itu karena sms tidak mensyaratkan hadirnya org2 yg berkepentingan.
--SMS untuk langganan info, mulai dari ramalan sampai gosip2 terbaru, dari doa2 sampai kontak jodoh
-- dst..dsb..

pada perjalanannya, sms membutuhkan kecepatan dan ketepatan gerak dalam memencet tuts2 hape, serta ketelitian serta kecermatan tinggi pun tingkat kehati2an jika kamu sms-an di kelas waktu guru lagi asyik ngajar. demi kecepatan manusia berhape sering membuat singkatan2 yg disesuaikan dgn konteks kalimat dll., kadang kala sms menjadi ambigu ya...karena eksistensi dari entitas akronim2 itu(waw... kata2 aneh, dpt dari mana ya?). berikut bbrp contoh:
:P X: gi ngpain dik?
Y: istrht mas, cpe bru plg skul,d ksur, nfs bsar
X: APA?aku ksana skrg ya...
si X mentafsir nfs=nafsu pdhl maksud Y nfs=nafas, kan lagi capek...bahaya banget khan?
:P X: kang,kau mdeng ma mdngq g,tdi?
Y: ngmng pa sh?
mudeng madingku, aneh kan?

gimana ya caranya agar kesalahpahaman yg berujung petaka(lebay) seperti itu bisa dihindari? belum lagi salah pencet kayak
X: q suka ms kmu
Y: APA? KMU SUKA MASQ?
padahal mau nulis q suka sm kmu, keliru jadi berabe khan...
satu2nya jalan adalah dengan meninggalkan sms,(kyknya ga bisa deh...) atau tugas para ahli komunikasi dan bahasa untuk menyusun suatu kesepakatan dalam berSMS, sehingga bisa disusun suatu bahasa yg mempersatukan kaum SMSer. ide yg keren tapi sulit terwujud kayaknya...klo kita para ngawurist bergerak sendiri gimana? klo dah selesei nyusun bahasanya hubungi Presiden Ngawurist ya... biarku terima jadi saja(dasar pemalas!!!)
wakaka...
That's All Folks
viva Ngawurista!!!

Jumat, 09 Januari 2009

Keilmuan Baluran

keilmuan baluran, edisi serius... laporan perjalanan ke TN Baluran yang serius...bener nih posting serius!! ayo percaya atau aku akan mengutukmu menjadi kaya...hahaha... kaya pribumi pewaris hutan baluran( baca postingan terdahulu tentang baluran)...
keilmuan...bukan kanuragan bukan mistik cuman sihir opsss...dah ah ngawurnya, oh iya ini kan blog ngawurist... ah WTV!!

jadi intinya baluran tuh kayak gini....


Taman Nasional Baluran luasnya 25.000 Ha, wilayah daratan dan 3.750 Ha wilayah perairan terletak di antara 114° 18' - 114° 27' Bujur Timur dan 7° 45' - 7° 57' Lintang Selatan. Daerah ini terletak di ujung Timur pulau Jawa. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali, sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Bajulmati dan sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Kelokoran.
Iklimnya bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin Timur yang kering. Curah hujan berkisar antara 900 - 1600 mm/tahun, dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan. Antara bulan Agustus s/d Desember bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan.
Pada bagian tengah dari kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi. Tinggi dinding kawahnya bervariasi antara 900 - 1.247 m, dan membatasi kaldera yang cukup luas.
Kawasan perairan memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan yang perlu dilestarikan guna mendukung strategi konservasi yaitu:
- Perlindungan sistem penyangga kehidupan.
- Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
- Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Daerah perairan Taman Nasional Baluran sangat berpotensi guna dkembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Biota Laut di Taman Nasional Baluran pada tanggal 16 November 2008
jenis ikan yang tersedia (kyk di warung hehe) memiliki pola warna kurang indah tetapi cara hidup dan pergerakannya secara berkelompok, sehingga membentuk panorama alam bawah air yang tidak kalah menariknya, misalnya: ikan Betok (Amblyglyphydodon curacao) dan ikan Besem (Apogon quenquelineata).

Sedangkan jenis ikan yang mempunyai hubungan erat dengan terumbu karang serta bernilai ekonomi penting yang dapat dijumpai di kawasan perairan Taman Nasional Baluran, antara lain:
- Ikan Kakap dari suku LUJCANNIDAE ada 7 jenis.predikat : enak (huss ga boleh ini taman nasional tauk!!)
- Ikan Baronang dari suku SINGANIDAE ada 10 jenis.
- Ikan Kerapu dari suku SURRANIDAE ada 10 jenis.
Jenis-jenis ikan yang diketemukan di wilayah Taman Nasional Baluran ada 172 jenis, sedangkan daerah yang memiliki terumbu karang dan ikan hias adalah:
1. Bama
2. Kajang
3. Balanan
4. Lempuyang
5. Air Karang
6. Bilik
7. Takat Wedi
Dari semua wilayah perairan, Bama dan Bilik merupakan daerah yang sangat baik untuk kegiatan wisata alam bahari (snorkeling dan scuba diving).
Dengan tiga penyelam bersertifikat POSSI yang dimiliki Taman Nasional Baluran saat ini, maka akan sangat membantu bagi pengunjung yang berminat untuk menikmati pesona alam bawah air.


Flora Dan Fauna

Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya kawasan di Pulau Jawa yang memiliki padangsavana alamiah. Luasnya ± 10.000 Ha atau sekitar 40% dari luas kawasan. Kawasan Baluran mempunyai ekosistem yang lengkap yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan payau/rawa, hutan savana dan hutan musim(dataran rendah/ dataran tinggi).

JENIS - JENIS HUTAN DI TAMAN NASIONAL BALURAN

Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya kawasan di Pulau Jawa yang memiliki padang savana alamiah. Luasnya ± 10.000 Ha atau sekitar 40% dari luas kawasan.Kawasan Baluran mempunyai ekosistem yang lengkap yaitu Hutan Mangrove, Hutan Pantai, Hutan Payau/Rawa, Hutan Savana dan Hutan Musim (dataran tinggi dan dataran rendah).

A.HUTAN MANGROVE

Tipe hutan ini terdapat di daerah pantai Utara dan Timur kawasan Taman Nasional seperti di Bilik, Lempuyang, Mesigit, Tanjung Sedano dan Kelor. Pada daerah bakau yang masih baik (Kelor dan Bilik) flora yang umum dijumpai adalah Api-api (Avicenia spp.), Bogem (Sonneratia spp.) dan Bakau (Rhizophora spp.). Pada beberapa tempat dijumpai tegakan murni Tinggi (Ceriops tagal) dan Bakau (Rhizophora apiculata).Beberapa daerah lain seperti di Utara Pandean, Mesigit, sebelah Barat Bilik terdapat hutan bakau yang telah rusak. Daerah ini menjadi lumpur yang dalam pada musim hujan, tetapi akan berubah menjadi keras dan kering dengan lapisan garam di permukaan pada musim kering. Sedikit sekali pohon yang tumbuh disini dan tidak dijumpai tumbuhan bawah. Beberapa species yang tumbuh antara lain adalah Api-api (Avicenia sp.) dan Truntun (Lumnitzera racemosa).di Taman Nasional Baluran tahun 1994 / 1995 di daerah sekitar Bama terdapat salah satu pohon bakau yang diduga terbesar di dunia dengan keliling pohon 450 cm.

B.HUTAN PAYAU/RAWA

Hutan Payau di Baluran merupakan daerah ekoton yang berbatasan dengan savana. Penyebaran hutan ini sebagian besar terdapat di Kalikepuh bagian tenggara dan pada luasan yang lebih kecil terdapat di Popongan, Kelor, bagian Timur Bama serta barat laut Gatel. Jenis-jenis pohon yang selalu hijau sepanjang tahun pada hutan ini dijumpai jenis-jenis pohon antara lain Malengan (Excoecaria agallocha), Manting (Syzigium polyanthumm) dan Popohan rengas (Buchacania arborescens)


C.HUTAN SAVANA

Tipe habitat ini merupakan klimaks kebakaran yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia.Tipe habitat ini dapat dibedakan ke dalam dua sub tipe, yaitu Flat Savana (padang rumput alami datar) dan /undulting Savana (padang rumput alami bergelombang). Flat Savana tumbuh pada tanah aluvial berbatu-batu. Sub tipe savana ini terdapat di bagian Tenggara kawasan, yaitu daerah sekitar Plalangan dan Bekol dengan luasan sekitar 1500 ha. sampai dengan 2000 ha.Sebagian besar dari populasi banteng, rusa maupun kerbau liar mempergunakan areal ini untuk merumput. Jenis-jenis rumput yang dominan di daerah ini adalah Lamuran putih (Dichantium caricosum), Rumput merakan (Heteropogon concortus) dan Padi-padian (Shorgum nitidus). Beberapa pohon yang menghuni savana in antara lain Pilang (Acacia leucophloea) dan Kesambi (Schleichera oleosa). Khusus padang rumput alami di daerah Bekol seluas 420 ha. saat ini telah ditumbuhi tanaman Acacia nilotica yang semula tanaman ini ditanam untuk penyekat kebakaran, namun pemerintah telah berusaha untuk mencabut tanaman tersebut secara bertahap yaitu seluas 25 ha. per tahun


D.HUTAN MUSIM ( DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH)

Hutan monsoon yang terdapat di Taman Nasional Baluran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu hutan monsoon dataran rendah dan hutan monsoon dataran tinggi. Daerah transisi kedua hutan ini terletak pada ketinggian 250 - 400 meter dari permukaan air laut. Di kawasan Baluran juga terdapat tanaman yang dapat dipakai sebagai bahan obat tradisional,

KADAR CO 2 AIR LAUT


Keasaman laut ini mengancam organisme laut yang berperan dalam membangun terumbu (biota berkapur: karang, kerang, kipas laut, dsb.) Mereka yang selama ini menyumbang oksigen dari hutan lindung laut di pesisir kita. Karang / Coral dan plankton dengan tubuh berkapur mereka menduduki tingkat dasar di rantai makanan laut. Mereka bergantung kepada air laut yang mengandung calcium carbonate, sebagai bahan dasar membangun kerangka tubuh mereka. Sedihnya, ketika keasaman laut berubah, dalam hal ini meningkat, kelarutan kalsium karbonat tersebut menurun, membuat mereka sulit mendapatkan 'semen tiga roda' untuk tumbuh (kalsifikasi).sementara itu kemanisan, kepahitan, keasinan serta ke-an - ke-an yg lain ga akan dibahas di sini... emang enak..!! habisnya ga da hubungannya sih...
That's All Ngawurists!!! seperti biasa gambar menyusul, karena koneksi lemot...

Jumat, 02 Januari 2009

Kembara Kursi yang Terpilih

Berawal dari kisah seekor...hmmm...bukan...sesosok kursi, sebut saja Melati, yang berbahagia bersama keluarga. Namun dia memutuskan untuk mengembara, keluar dari area nyamannya sebagai kursi baik-baik menjadi kursi yang menggantungkan nasibnya kepada keempat kakinya. Kemanapun mereka melangkah, kesanalah arah dan tujuannya...karena mustahil dia dapat melepaskan diri dari pengaruh mereka. Selain itu dia juga terobsesi oleh legenda-legenda kursi yang termasyhur di kalangan bangsa Kursi, yang selalu didongengkan secara istiqomah oleh Induknya bagaikan doktrinisasi. Salah satu legenda itu adalah tentang terpilihnya sesosok kursi untuk menjadi pengembara memenuhi panggilan jiwa(?). Dan Melati selalu merasa bahwa dialah Sang Terpilih itu.

Maka, ketika seluruh anggota keluarganya lelap dalam impi, Melati merenggut dirinya sendiri dari pangkuan keluarga yang telah membuatnya tersenyum bertahun-tahun (XL). Dia pun memulai pertapaannya di suatu tempat sunyi, sesunyi kamar jenazah... sesepi semesta di kala dicipta. Bersemedilah ia, menghadap Chandra tua, ditemani taburan Kartika di angkasa, di bawah naungan beringin nan bertuah. Menanti dan terus menanti demi obsesi yang menggagahi alam bawah sadarnya.

Chandra pun semakin renta dan mati, namun seketika lahir kembali...

Penantian Melati terjawab, untuk kali pertama dia mengalami yang oleh para Ilmuwan Jiwa sebagai Trance, kerasukan kata Paranormal, atau NgeFly (menjadi lalat) menurut kamus para pecandu. suatu stasi dimana seseorang kehilangan dirinya, tak melihat, bergerak tanpa kendali, tak merasa namun sadar beraga, tak mendengar melainkan hanya bisikan-bisikan batiniah. Dalam keadaan ini, Melati berdiri di atas satu kaki dan melakukan KopStand (berdiri atas kepalanya).

Di depan Graffiti-graffiti yang dibuat manusia, obsesi Melati semakin menjadi. Peristiwa Trance telah membuatnya semakin yakin bahwa dialah Sang Terpilih, Sang Pengembara yang akan membebaskan bangsa Kursi dari tirani manusia yang menduduki mereka tanpa ampun dan rasa hormat sedikit pun.

Namun ilmunya yang sesat atas dasar obsesi yang menggebu serta nafsu amarah yang menyala-nyala beraroma dendam, malah membuat Melati terlempar kesana kemari. Ke atas gerobak sampah bahkan hampir saja nasibnya menyusul pemuda yang mati konyol di koran kota kemarin, yakni jatuh dari tembok setinggi 2 meter, ya hanya 2 meter... saat mabok.



Ambisinya mengalahkan manusia, membawanya menjadi satu-satunya kursi yang pernah bertengger di atas tiang Volley. Dia menganggap dengan menjadi lebih tinggi dari manusia, Ia telah menang. Namun tindakannya terpergok tiga orang yang gila melebihi kegilaan gorilla gila sekalipun. Tiga pelajar SMA itu pun terdiam memandangi Melati ( yang mereka sebut “Kursi Kemalaman” apapun alasannya), Freeze. Beku mereka selama kurang lebih 3 menit 34,09834075475987439847509465039567984576497560957648765095 detik. Lalu mereka merutuki Melati yang mereka anggap Kursi yang tak tahu diri dan menyalahi takdir bangsanya untuk selalu menjadi penyangga pantat-pantat manusia.

Merasa menang, Melati bersorak kegirangan dan menyanyikan lagu kebangsaan Kursi. Dengan berapi-api dia menyerukan persatuan kursi semesta... meski tak satupun kursi yang bangkit memenuhi seruannya. Melati mengganas, mengerahkan seluruh energinya untuk dengan khidmat memainkan tarian kemenangan... ambisi, obsesi nan kompulsif telah membutakan matanya, memekakan telinganya serta membelenggu rasa yang membuatnya ada. Tanpa rasa ada itulah, dia dengan seluruh jiwanya menari tanpa menghiraukan posisinya yang rawan tanpa keseimbangan.

Perbuatannya bergerak tanpa perhitungan rasio dan logika, hanya menyandarkan pada nafsu diri berakibat fatal. Ia jatuh dari puncak tiang Volley, namun bagian tubuhnya masih merengkuh tiang. Bagian tubuhnya yang paling sakral itu tak sudi melepaskan tiang. Kecongkakan telah memakan akal sehatnya. Sekarang Melati tidak menjadi Sosok Kursi Pengembara Terpilih, tetapi dialah Kursi Penjaga Tiang Volley yang Terpilih.( From The Courtesy of The International Chair’s Legends, Legenda bangsa Kursi sedunia).


HAHAHA... That’s All Fiction!! Veva Ngawurista!!!