Berawal dari kisah seekor...hmmm...bukan...sesosok kursi, sebut saja Melati, yang berbahagia bersama keluarga. Namun dia memutuskan untuk mengembara, keluar dari area nyamannya sebagai kursi baik-baik menjadi kursi yang menggantungkan nasibnya kepada keempat kakinya. Kemanapun mereka melangkah, kesanalah arah dan tujuannya...karena mustahil dia dapat melepaskan diri dari pengaruh mereka. Selain itu dia juga terobsesi oleh legenda-legenda kursi yang termasyhur di kalangan bangsa Kursi, yang selalu didongengkan secara istiqomah oleh Induknya bagaikan doktrinisasi. Salah satu legenda itu adalah tentang terpilihnya sesosok kursi untuk menjadi pengembara memenuhi panggilan jiwa(?). Dan Melati selalu merasa bahwa dialah Sang Terpilih itu.
Maka, ketika seluruh anggota keluarganya lelap dalam impi, Melati merenggut dirinya sendiri dari pangkuan keluarga yang telah membuatnya tersenyum bertahun-tahun (XL). Dia pun memulai pertapaannya di suatu tempat sunyi, sesunyi kamar jenazah... sesepi semesta di kala dicipta. Bersemedilah ia, menghadap Chandra tua, ditemani taburan Kartika di angkasa, di bawah naungan beringin nan bertuah. Menanti dan terus menanti demi obsesi yang menggagahi alam bawah sadarnya.
Chandra pun semakin renta dan mati, namun seketika lahir kembali...
Penantian Melati terjawab, untuk kali pertama dia mengalami yang oleh para Ilmuwan Jiwa sebagai Trance, kerasukan kata Paranormal, atau NgeFly (menjadi lalat) menurut kamus para pecandu. suatu stasi dimana seseorang kehilangan dirinya, tak melihat, bergerak tanpa kendali, tak merasa namun sadar beraga, tak mendengar melainkan hanya bisikan-bisikan batiniah. Dalam keadaan ini, Melati berdiri di atas satu kaki dan melakukan KopStand (berdiri atas kepalanya).
Di depan Graffiti-graffiti yang dibuat manusia, obsesi Melati semakin menjadi. Peristiwa Trance telah membuatnya semakin yakin bahwa dialah Sang Terpilih, Sang Pengembara yang akan membebaskan bangsa Kursi dari tirani manusia yang menduduki mereka tanpa ampun dan rasa hormat sedikit pun.
Namun ilmunya yang sesat atas dasar obsesi yang menggebu serta nafsu amarah yang menyala-nyala beraroma dendam, malah membuat Melati terlempar kesana kemari. Ke atas gerobak sampah bahkan hampir saja nasibnya menyusul pemuda yang mati konyol di koran kota kemarin, yakni jatuh dari tembok setinggi 2 meter, ya hanya 2 meter... saat mabok.
Ambisinya mengalahkan manusia, membawanya menjadi satu-satunya kursi yang pernah bertengger di atas tiang Volley. Dia menganggap dengan menjadi lebih tinggi dari manusia, Ia telah menang. Namun tindakannya terpergok tiga orang yang gila melebihi kegilaan gorilla gila sekalipun. Tiga pelajar SMA itu pun terdiam memandangi Melati ( yang mereka sebut “Kursi Kemalaman” apapun alasannya), Freeze. Beku mereka selama kurang lebih 3 menit 34,09834075475987439847509465039567984576497560957648765095 detik. Lalu mereka merutuki Melati yang mereka anggap Kursi yang tak tahu diri dan menyalahi takdir bangsanya untuk selalu menjadi penyangga pantat-pantat manusia.
Merasa menang, Melati bersorak kegirangan dan menyanyikan lagu kebangsaan Kursi. Dengan berapi-api dia menyerukan persatuan kursi semesta... meski tak satupun kursi yang bangkit memenuhi seruannya. Melati mengganas, mengerahkan seluruh energinya untuk dengan khidmat memainkan tarian kemenangan... ambisi, obsesi nan kompulsif telah membutakan matanya, memekakan telinganya serta membelenggu rasa yang membuatnya ada. Tanpa rasa ada itulah, dia dengan seluruh jiwanya menari tanpa menghiraukan posisinya yang rawan tanpa keseimbangan.
Perbuatannya bergerak tanpa perhitungan rasio dan logika, hanya menyandarkan pada nafsu diri berakibat fatal. Ia jatuh dari puncak tiang Volley, namun bagian tubuhnya masih merengkuh tiang. Bagian tubuhnya yang paling sakral itu tak sudi melepaskan tiang. Kecongkakan telah memakan akal sehatnya. Sekarang Melati tidak menjadi Sosok Kursi Pengembara Terpilih, tetapi dialah Kursi Penjaga Tiang Volley yang Terpilih.( From The Courtesy of The International Chair’s Legends, Legenda bangsa Kursi sedunia).
HAHAHA... That’s All Fiction!! Veva Ngawurista!!!

1 Comment:
hiii...serem...........
eh,,,tunggu dulu...
ni cerita lucu ya???
oke...aku ralat....
#################################
wkakakakakakaka....
lucu......
simelati cantik ya...
kayak kursiku yang telah rapuh termakan usia dirumah...
Post a Comment