keilmuan baluran, edisi serius... laporan perjalanan ke TN Baluran yang serius...bener nih posting serius!! ayo percaya atau aku akan mengutukmu menjadi kaya...hahaha... kaya pribumi pewaris hutan baluran( baca postingan terdahulu tentang baluran)...
keilmuan...bukan kanuragan bukan mistik cuman sihir opsss...dah ah ngawurnya, oh iya ini kan blog ngawurist... ah WTV!!
jadi intinya baluran tuh kayak gini....
Taman Nasional Baluran luasnya 25.000 Ha, wilayah daratan dan 3.750 Ha wilayah perairan terletak di antara 114° 18' - 114° 27' Bujur Timur dan 7° 45' - 7° 57' Lintang Selatan. Daerah ini terletak di ujung Timur pulau Jawa. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali, sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Bajulmati dan sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Kelokoran.
Iklimnya bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin Timur yang kering. Curah hujan berkisar antara 900 - 1600 mm/tahun, dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan. Antara bulan Agustus s/d Desember bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan.
Pada bagian tengah dari kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi. Tinggi dinding kawahnya bervariasi antara 900 - 1.247 m, dan membatasi kaldera yang cukup luas.
Kawasan perairan memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan yang perlu dilestarikan guna mendukung strategi konservasi yaitu:
- Perlindungan sistem penyangga kehidupan.
- Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
- Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Daerah perairan Taman Nasional Baluran sangat berpotensi guna dkembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.
Biota Laut di Taman Nasional Baluran pada tanggal 16 November 2008
jenis ikan yang tersedia (kyk di warung hehe) memiliki pola warna kurang indah tetapi cara hidup dan pergerakannya secara berkelompok, sehingga membentuk panorama alam bawah air yang tidak kalah menariknya, misalnya: ikan Betok (Amblyglyphydodon curacao) dan ikan Besem (Apogon quenquelineata).
Sedangkan jenis ikan yang mempunyai hubungan erat dengan terumbu karang serta bernilai ekonomi penting yang dapat dijumpai di kawasan perairan Taman Nasional Baluran, antara lain:
- Ikan Kakap dari suku LUJCANNIDAE ada 7 jenis.predikat : enak (huss ga boleh ini taman nasional tauk!!)
- Ikan Baronang dari suku SINGANIDAE ada 10 jenis.
- Ikan Kerapu dari suku SURRANIDAE ada 10 jenis.
Jenis-jenis ikan yang diketemukan di wilayah Taman Nasional Baluran ada 172 jenis, sedangkan daerah yang memiliki terumbu karang dan ikan hias adalah:
1. Bama
2. Kajang
3. Balanan
4. Lempuyang
5. Air Karang
6. Bilik
7. Takat Wedi
Dari semua wilayah perairan, Bama dan Bilik merupakan daerah yang sangat baik untuk kegiatan wisata alam bahari (snorkeling dan scuba diving).
Dengan tiga penyelam bersertifikat POSSI yang dimiliki Taman Nasional Baluran saat ini, maka akan sangat membantu bagi pengunjung yang berminat untuk menikmati pesona alam bawah air.
Flora Dan Fauna
Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya kawasan di Pulau Jawa yang memiliki padangsavana alamiah. Luasnya ± 10.000 Ha atau sekitar 40% dari luas kawasan. Kawasan Baluran mempunyai ekosistem yang lengkap yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan payau/rawa, hutan savana dan hutan musim(dataran rendah/ dataran tinggi).
JENIS - JENIS HUTAN DI TAMAN NASIONAL BALURAN
Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya kawasan di Pulau Jawa yang memiliki padang savana alamiah. Luasnya ± 10.000 Ha atau sekitar 40% dari luas kawasan.Kawasan Baluran mempunyai ekosistem yang lengkap yaitu Hutan Mangrove, Hutan Pantai, Hutan Payau/Rawa, Hutan Savana dan Hutan Musim (dataran tinggi dan dataran rendah).
A.HUTAN MANGROVE
Tipe hutan ini terdapat di daerah pantai Utara dan Timur kawasan Taman Nasional seperti di Bilik, Lempuyang, Mesigit, Tanjung Sedano dan Kelor. Pada daerah bakau yang masih baik (Kelor dan Bilik) flora yang umum dijumpai adalah Api-api (Avicenia spp.), Bogem (Sonneratia spp.) dan Bakau (Rhizophora spp.). Pada beberapa tempat dijumpai tegakan murni Tinggi (Ceriops tagal) dan Bakau (Rhizophora apiculata).Beberapa daerah lain seperti di Utara Pandean, Mesigit, sebelah Barat Bilik terdapat hutan bakau yang telah rusak. Daerah ini menjadi lumpur yang dalam pada musim hujan, tetapi akan berubah menjadi keras dan kering dengan lapisan garam di permukaan pada musim kering. Sedikit sekali pohon yang tumbuh disini dan tidak dijumpai tumbuhan bawah. Beberapa species yang tumbuh antara lain adalah Api-api (Avicenia sp.) dan Truntun (Lumnitzera racemosa).di Taman Nasional Baluran tahun 1994 / 1995 di daerah sekitar Bama terdapat salah satu pohon bakau yang diduga terbesar di dunia dengan keliling pohon 450 cm.
B.HUTAN PAYAU/RAWA
Hutan Payau di Baluran merupakan daerah ekoton yang berbatasan dengan savana. Penyebaran hutan ini sebagian besar terdapat di Kalikepuh bagian tenggara dan pada luasan yang lebih kecil terdapat di Popongan, Kelor, bagian Timur Bama serta barat laut Gatel. Jenis-jenis pohon yang selalu hijau sepanjang tahun pada hutan ini dijumpai jenis-jenis pohon antara lain Malengan (Excoecaria agallocha), Manting (Syzigium polyanthumm) dan Popohan rengas (Buchacania arborescens)
C.HUTAN SAVANA
Tipe habitat ini merupakan klimaks kebakaran yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia.Tipe habitat ini dapat dibedakan ke dalam dua sub tipe, yaitu Flat Savana (padang rumput alami datar) dan /undulting Savana (padang rumput alami bergelombang). Flat Savana tumbuh pada tanah aluvial berbatu-batu. Sub tipe savana ini terdapat di bagian Tenggara kawasan, yaitu daerah sekitar Plalangan dan Bekol dengan luasan sekitar 1500 ha. sampai dengan 2000 ha.Sebagian besar dari populasi banteng, rusa maupun kerbau liar mempergunakan areal ini untuk merumput. Jenis-jenis rumput yang dominan di daerah ini adalah Lamuran putih (Dichantium caricosum), Rumput merakan (Heteropogon concortus) dan Padi-padian (Shorgum nitidus). Beberapa pohon yang menghuni savana in antara lain Pilang (Acacia leucophloea) dan Kesambi (Schleichera oleosa). Khusus padang rumput alami di daerah Bekol seluas 420 ha. saat ini telah ditumbuhi tanaman Acacia nilotica yang semula tanaman ini ditanam untuk penyekat kebakaran, namun pemerintah telah berusaha untuk mencabut tanaman tersebut secara bertahap yaitu seluas 25 ha. per tahun
D.HUTAN MUSIM ( DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH)
Hutan monsoon yang terdapat di Taman Nasional Baluran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu hutan monsoon dataran rendah dan hutan monsoon dataran tinggi. Daerah transisi kedua hutan ini terletak pada ketinggian 250 - 400 meter dari permukaan air laut. Di kawasan Baluran juga terdapat tanaman yang dapat dipakai sebagai bahan obat tradisional,
KADAR CO 2 AIR LAUT
Keasaman laut ini mengancam organisme laut yang berperan dalam membangun terumbu (biota berkapur: karang, kerang, kipas laut, dsb.) Mereka yang selama ini menyumbang oksigen dari hutan lindung laut di pesisir kita. Karang / Coral dan plankton dengan tubuh berkapur mereka menduduki tingkat dasar di rantai makanan laut. Mereka bergantung kepada air laut yang mengandung calcium carbonate, sebagai bahan dasar membangun kerangka tubuh mereka. Sedihnya, ketika keasaman laut berubah, dalam hal ini meningkat, kelarutan kalsium karbonat tersebut menurun, membuat mereka sulit mendapatkan 'semen tiga roda' untuk tumbuh (kalsifikasi).sementara itu kemanisan, kepahitan, keasinan serta ke-an - ke-an yg lain ga akan dibahas di sini... emang enak..!! habisnya ga da hubungannya sih...
That's All Ngawurists!!! seperti biasa gambar menyusul, karena koneksi lemot...
Jumat, 09 Januari 2009
Keilmuan Baluran
Posted by ########## at 21.26
Labels: tugas sekolah
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 Comments:
Post a Comment